Cari Blog Ini

Rabu, 11 Oktober 2017

Cuap-cuap myDiksi

Pada postingan sebelumnya, aku udah pernah bilang kalau aku suka banget baca, mulai dari baca buku, baca majalah, baca artikel di website, sampai baca pikiran *nggak dink.

Dari kebiasaan itu aku sadar diri, kalau aku seorang kutu buku. Walaupun lebih sering baca lewat internet sih ketimbang di buku langsung. Tapi...apa iya aku harus sebut kalau aku ini kutu internet? Come On...emang ada?

Back to topic...
postingan aku kali ini, aku mau cerita bagaimana rasanya saat cerita atau karya kita nggak di hargai sama sekali oleh orang lain. Beuh...rasanya itu nano-nano, bedanya nggak ada manis- manisnya sama sekali.

Seperti udah kebal, aku kadang nggak peduli dengan cibiran orang-orang yang dengan tajam menembus masuk ke telinga.

Saat baca tulisanku, mereka malah tanya, tulis sendiri apa nemu di website? Oh...ayolah, aku nggak sejahat itu kalik mencuri karya orang lain, cuma buat di puji dan di hargai. Itu bukan aku sama sekali. Karena aku tipe orang yang paling benci sama 'plagiarisme'. Jadi siapapun kalian, sejelek apapun karya kalian, tetaplah bangga dengan itu. Poin pentingnya jangan pernah berpikiran untuk mengakui hasil jerih payah orang lain, agar mendapat perhatian banyak orang. Serius...itu nggak ada faedahnya sama sekali.

Aku yakin banyak penulis, yang udah ngerasain banget hal kayak gitu, apalagi untuk penulis yang karyanya belum di kenal *ngomongin diri sendiri. Sumpah demi apapun pasti itu nggak enak banget rasanya. Walaupun pada faktanya aku belum pernah ngalamin di plagiat, tetap saja aku merasa prihatin sama mereka. Udah capek-capek bikin, ehh...malah di colong orang. Semoga aja, plagiator2 itu segera tobat ya...biar nggak ada yang di rugikan lagi.

Intinya, hargailah kayak orang lain dengan cara yang cerdas

Salam manis semanis cotton candy from MyDiksi. 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar